“Siap Salah, Menolak Kalah”
Prinsip Gerakan Kemandirian Pasar Yosomulyo PelangiRuang belajar bersama bagi pegiat desa, pemuda, dan aparatur pemerintah untuk menempatkan desa sebagai subjek berdaya—bukan sekadar objek proyek pembangunan. Memadukan refleksi konseptual dengan pengalaman nyata menggerakkan ekosistem warga.
Diskursus tentang desa selama ini kerap terhenti di tataran wacana administratif atau laporan formal. Ruang belajar yang membongkar realitas desa secara kritis dan membumi masih sangat terbatas.
Sekolah Desa Payungi University hadir bukan sebagai seminar satu arah, melainkan ruang pembibitan kader lokal champion. Peserta diajak membaca dinamika sosial, mengorganisir potensi warga, dan merancang model kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
Disusun dari akumulasi praktik gerakan pemberdayaan lapangan, membekali peserta dari fondasi sosial hingga eksekusi program desa.
Teknik pemetaan sosial untuk membaca potensi kultural, relasi kuasa, dan aset laten warga agar intervensi program tepat sasaran dan terhindar dari salah sasaran.
Seni merangkul partisipasi aktif warga melalui 3 pilar: Spiritual, Social, dan Sense untuk membangun gotong royong yang organik dan berkelanjutan.
Membangun narasi desa mandiri melalui pengelolaan media sosial, website desa, produksi konten kreatif, dan strategi komunikasi publik yang efektif.
Strategi menghidupkan pasar kreatif komunitas dan mengoptimalkan 17 sub-sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal tanpa merusak ekosistem desa.
Membentuk kader penggerak lokal yang berdaya nalar kritis, mampu mengelola sumber daya manusia dan alam desa dengan tata kelola yang transparan.
Merajut kemitraan multipihak antara Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media untuk memperkuat posisi tawar dan jejaring desa di tingkat nasional.
Dipandu langsung oleh para inisiator gerakan, akademisi, pegiat ekonomi kreatif, dan praktisi media digital yang mengawal pertumbuhan Payungi.
Memastikan setiap teori di kelas langsung terkonfirmasi dengan realitas operasional di lapangan.
Lingkungan belajar yang asri dan terbuka di kawasan Payungi, dilengkapi akses internet cepat untuk menunjang riset mandiri dan praktik media digital.
Bahan ajar komprehensif yang dirancang praktis, dapat langsung dijadikan acuan kerja ketika peserta kembali menyusun agenda aksi di desa asal.
Observasi langsung denyut Pasar Yosomulyo Pelangi, berinteraksi dan berdiskusi langsung dengan ibu-ibu pedagang serta pengelola paguyuban.
Telah berkolaborasi bersama kementerian, BUMN, perguruan tinggi, hingga pemerintah desa dari berbagai wilayah.
Sekolah desa bukan hanya memberi kami wawasan konseptual, tetapi mengajarkan langsung bagaimana menggerakkan warga dari bawah. Pulang dari Payungi, kami langsung mengaplikasikannya di desa kami.
Bergabunglah bersama puluhan kader penggerak dari berbagai daerah. Pelajari metode praktis pengorganisasian warga, aktivasi ekonomi kreatif, dan media digital.